Home / ragam / Enakan jadi guru atau perawat ? Yuk ketahui kekurangan dan kelebihan guru dan perawat

Enakan jadi guru atau perawat ? Yuk ketahui kekurangan dan kelebihan guru dan perawat

Antara menjadi guru dan menjadi perawat. Dua profesi ini sama-sama menjadi profesi impian bagi sebagian besar orang. Selain itu karena merupakan profesi yang sangat mulia, terbukti kedua profesi ini memiliki lapangan pekerjaan yang cukup menjanjikan. Sederhananya, tengok saja, setiap terdapat pendaftaran CPNS, maka guru dan perawat adalah fomasi yang paling banyak mendominasi. Disusul profesi bidan serta profesi lainnya yang masih dalam ruang lingkup ilmu pendidikan dan kesehatan.

 Antara menjadi guru dan menjadi perawat Enakan jadi guru atau perawat ? Yuk ketahui kekurangan dan kelebihan guru dan perawat

Lantas mana yang lebih baik? Menjadi guru atau menjadi perawat ? Nah dalam kesempatan kali ini, mari kita sama-sama membahas mengenai kedua profesi ini. Bagaimana dan apa saja sih keuntungan dan kerugian menjadi seorang perawat serta dibandingkan guru. Dalam hal ini penulis menempatkan diri menjadi seorang perawat karena kebetulan penulis adalah perawat dan kebetulan mempunyai istri seorang guru. Jadi disini penulis memberikan informasi apa adanya berdasarkan pengalaman hidup sehari hari. 

# Kelebihan Menjadi Perawat Dibandingkan Guru

Apa yang ada di benak anda ketika mendengar kata “perawat?” Seorang perempuan berbaju putih, bekerja di sebuah rumah sakit dan seringkali menemani dokter ketika memeriksa seorang pasien ? Jika anda berpikir demikian, hal tersebut memang ada benarnya. Selama ini perawat diidentikkan dengan pembantu dokter. Namun anggapan bahwa perawat adalah pembantu dokter bukan hal yang tepat. Perawat dan dokter merupakan dua profesi yang berbeda. Meskipun apabila anda kuliah di perguruan tinggi maka anda akan masuk fakultas yang sama yakni sama-sama fakultas kedokteran namun yang membedakannya kita masuk ilmu keperawatan sedangkan dokter masuk ilmu kedokteran.

Banyak yang bercita-cita menjadi perawat, alasannya pun juga beragam. Mulai dari keiginan orang tua, ingin menjadi sosok yang pernah menolongnya ketika dia sakit, atau ingin segera mendapat pekerjaan setelah lulus kerja nantinya. Bila selama ini kita beranggapan tugas perawat hanya menemani dokter, kali ini saya akan sedikit memberi gambaran mengenai pekerjaan perawat keuntungan dan kelebihan menjadi perawat.

Baca :  6 cara saya menjaga semangat untuk meraih impian dan cita-cita

Mudah mencari lapangan pekerjaan. Sampai dengan saat ini, lapangan pekerjaan untuk perawat masih cukup banyak. Terlebih di era BPJS kesehatan yang menyebabkan kesadaran masyarakat akan kesehatan meningkat. Banyak didirikannya balai pengobatan serta layanan PPK 1 ( penyedia pelayanan kesehatan 1 ) berimbas pada kebutuhan tenaga kesehatan terutama perawat juga juga meningkat. Untuk kebutuhan tenaga kerja di rumah sakit akan tenaga keperawatan juga masih cukup banyak.

Mendapatkan gaji yang cukup. Gaji seorang perawat apabila menjadi perawat tetap di sebuah rumah sakit swasta tergolong cukup. Terlebih apabila dia bekerja sebagai pegawai negeri, saya rasa akan sangatlah cukup untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Namun berbeda apabila dia bekerja sebagai perawat tenaga harian lepas di sebuah puskesmas atau rumah sakit. Gaji yang diterimanya disesuaikan dengan kemampuan tempat dia bekerja. Namun dari pengamatan dan pengalaman saya, gaji perawat tenaga harian lepas di Rumah Sakit akan jauh lebih besar jika dibandingkan dengan gaji seorang guru honorer yang sudah lama mengabdi di sebuah sekolah negeri. Inilah salah satu keuntungan / kelebihan menjadi perawat dibandingkan dengan seorang guru.

Perawat bagi pasien juga perawat bagi keluarga. “ Pasien aja dirawat, apalagi kamu ” Menjadi perawat bagi pasien juga harus bisa menjadi perawat bagi diri sendiri dan keluarga. Perawat dituntut untuk bisa memahami permasalahan kesehatan yang dialami pasien. Apabila sudah terbiasa dan terlatih menangani masalah pasien, maka dia akan bisa mengerti dan menangani anggota keluarga yang sedang sakit, dan juga bisa memberikan obat-obatan secara sederhana apabila mengalami keadaan yang darurat.

# Kekurangan Menjadi Perawat Dibandingkan Guru

Nah bila tadi kita membahas mengenai apa sih enaknya menjadi perawat. Kali ini saya akan sedikit memberikan gambaran mengenai kekurangan serta suka dukanya perawat dibandingkan dengan seorang guru. Yang jelas apabila nanti rekan-rekan memilih menjadi perawat, dan kebetulan bekerja di sebuah Rumah Sakit. Maka rekan-rekan harus siap-siap bekerja pada sistem shift. Rata-rata sehari dibagi menjadi 3 shift, jaga pagi ( 07:00-14:00 ) shift siang ( 14:00-21:00 ) dan juga shift malam yang menjadi shift paling lama dan paling berat ( jam 21:00 – 07:00). Bekerja dalam sistem shift membuat jadwal istirahat rekan-rekan berubah dan terganggu. Belum juga waktu untuk keluarga seringkali berkurang. Namun hal ini tidak berlaku bagi yang bekerja di sebuah poliklinik, dimana rata-rata poliklinik menerapkan 2 shift sehari, shift pagi dan sore. Oleh karenanya masih cukup waktu untuk berkumpul bersama dengan keluarga.

Baca :  Cara Membersihkan dan Merawat Sepatu Kulit Agar Awet dan Nampak Baru

Selain bekerja dalam sistem shift, hal yang dirasa cukup memberatkan menjadi perawat adalah masalah cuti dan hari libur. Anda jangan menanyakan kapan perawat libur, karena seringkali kita libur tidak menentu, kadang hari senin, kadang sabtu, kadang juga bisa di hari lain. Intinya tidak selalu bisa libur di hari Minggu dan hari libur nasional. Disisi lain, seorang guru mempunyai jadwal mengajar yang teratur, dan juga seringkali mendapatkan hari libur yang berturut-turut. Sebagai contoh, libur ketika kenaikan kelas, libur ketika hari raya lebaran dan libur ketika hari-hari libur nasional. Oleh karenanya, seorang guru mempunyai waktu yang lebih banyak untuk bersama keluarga.   

Lantas mana yang menjadi pilihan terbaik? Enakan menjadi perawat atau menjadi seorang guru ? Admin tidak akan pertanyaan itu, karena hidup adalah pilihan. Dan setiap orang memiliki pertimbangan sendiri-sendiri. Saya memilih menjadi seorang perawat karena memang saya tertarik akan dunia kesehatan. Saya lebih suka bekerja  dengan banyak menggunakan aktifitas fisik dibandingkan dengan berbicara. Dan yang paling penting, saya tidak ingin membawa pekerjaan saya pulang ke rumah. Karena sebagai perawat pelaksana, pekerjaan di kantor sudah saya selesaikan waktu di kantor, sedangkan isteri saya masih saja membawa pulang lembar jawaban untuk dikoreksi bilamana tidak cukup waktu bila dikerjakan di kantor. Belum lagi harus direpotkan ketika tiba kenaikan kelas, harus merekap nilai yang sebegitu banyaknya. Dan hal itu bagi saya adalah hal yang melelahkan dan menyita waktu saya..Semoga artikel ini sedikit memberikan inspirasi bagi yang masih bingung mau menjadi perawat atau guru. Jangan bingung lagi ya, pilih sesuai dengan pasion kamu…. salam….

About xenodochial-rhodes