Home / Bank / Pengertian Istilah-Istilah (Terminologi) Dalam Carding Dan Penerapannya

Pengertian Istilah-Istilah (Terminologi) Dalam Carding Dan Penerapannya

Pengertian Istilah-Istilah (Terminologi) Dalam Carding Dan Penerapannya

Ridopedia – Hai pembaca semua, jumpa lagi di Ridopedia.com.
Gimana kabar anda semua?
Semoga sehat selalu dan tidak sakit.
Jadi postingan kali ini admin ridopedia akan membahas tentang terminologi carding atau pengertian dari istilah-istilah dalam dunia carding dan penerapannya.

Dalam dunia carding atau pencurian data-data kartu kredit dan perbankan, ada beberapa istilah umum yang sering digunakan. Istilah-istilah tersebut umumnya mengacu pada teknik-teknik yang digunakan dalam proses carding. Berikut adalah pengertian istilah-istilah dalam terminologi carding beserta penerapannya.

Pengertian Istilah-Istilah (Terminologi) Dalam Carding Dan Penerapannya

Pengertian Istilah-Istilah (Terminologi) Dalam Carding Dan Penerapannya 1

1. Fullz

Fullz adalah istilah yang digunakan oleh para carder kartu kredit yang merujuk pada informasi lengkap dan terperinci tentang korban.

Informasi yang terdapat dalam Fullz terdiri dari nama, tanggal lahir, tanggal kedaluwarsa kartu, alamat, kota, negara bagian, negara, nomor CVV, nomor kartu, nomor telepon, Social Security Number (SSN), alamat email, pertanyaan keamanan, dan Mother’s Maiden Name (MMN).

Dengan menggunakan informasi di atas, seorang carder dapat menguras isi saldo dari rekening bank korban. Selain untuk membobol kartu kredit, informasi-informasi tersebut juga dapat diperjualbelikan dan nantinya digunakan sebagai identitas palsu untuk melakukan kegiatan yang melanggar hukum.

2. Dumps

Dumps adalah angka yang tertanam pada strip magnetik yang terletak di bagian belakang kartu kredit dan kartu debit ATM. Ada sebuah program malware yang dapat menyalin angka-angka ini yang nantinya digunakan oleh penjahat carding untuk membuat prototipe kartu untuk digunakan sendiri.

Baca :  Kumpulan Link Black Market Ilegal Deep Web Dengan Rating Tinggi

Informasi lain yang diambil dalam proses ini termasuk CVV, nomor kartu, dan tanggal kedaluwarsa. Dengan menduplikasi kartu, penjahat akan memiliki hak akses yang sama seperti pemegang kartu asli sehingga dapat menggunakan kartu tersebut untuk membeli barang ataupun melakukan transaksi lainnya.

3. Chargebacks

Chargebacks adalah suatu kondisi saat pemilik akun memulai melakukan tuntutan karena adanya indikasi penipuan, menerima barang pesanan secara online yang tidak tepat waktu, atau menerima produk berkualitas rendah. Sehingga pihak bank akan mengembalikan uang yang sudah dikirim oleh pembeli ke penjual. Akan tetapi ada beberapa bank yang mempunyai aturan sendiri seperti menuntut penjual untuk memenuhi hak dari pembeli.

4. Bank Identification Number (BIN)

Bank Identification Number juuga dikenal sebagai nomor Issuer Idefication Number (IIN). BIN adalah empat hingga enam digit pertama yang ditampilkan pada nomor kartu kredit.

Dengan menggunakan angka-angka ini, seseorang dapat mengetahui jenis kartunya karena setiap bank memiliki format BIN yang berbeda. Informasi BIN ini bisa anda semua temukan di website-website yang tersebar di internet. Informasi yang bisa anda semua dapatkan dari nomor BIN adalah nama bank penerbit, negara, jenis kartu, tingkat kartu, nomor telepon bank, situs website, dan nomor ISO negara.

Setelah mengetahui bank yang menjadi pemilik dari nomor BIN tersebut pelaku carding bisa mengetahui tingkat keamanan dari kartu tersebut. Nah apabila dirasa keamanannya terlalu tinggi dan mustahil untuk di bypass maka pelaku tidak akan melanjutkan aksinya. Jadi kesimpulannya tidak semua nomor BIN dapat dimanfaatkan oleh para pelaku kejahatan banking.

5. Drop

Drop adalah lokasi atau alamat dimana barang pesanan yang dipesan dengan kartu kredit orang lain (korban) dikirimkan. Ini adalah bagian yang paling krusial dimana pelaku carding akan melakukan kontak dengan pengirim barang. Mayoritas pelaku karding tertangkap pada bagian ini.

Baca :  Bank BCA di Karawang

6. VBV & Non-VBV

Verified by Visa (VBV) adalah program yang diperkenalkan oleh Visa untuk memastikan bahwa transaksi yang dilakukan secara online dilakukan dengan persetujuan dari pemegang kartu asli.

Akan tetapi, proses tersebut dapat diakali Nah apabila peretas memiliki akses ke ponsel, mengirim email, atau mengetahui pertanyaan keamanan.

Tergantung pada pemegang kartu dan bank, mereka dapat menghubungkan metode VBV yang sesuai untuk digunakan. Dalam beberapa kasus, setiap transaksi menggunakan kata sandi yang hanya bisa digunakan satu kali saja, atau yang biasa dikenal dengan One Time Password (OTP).

Sedangkan Non-VBV adalah transaksi yang tidak menggunakan proses otentikasi diatas, sehingga keamanannya bisa dibilang sangat lemah.

7. MSC & Non MSC

MSC dan Non MSC sama sepert  VBV & Non-VBV, MasterCard juga memiliki sistem otentikasi sendiri yang disebut MasterCard Secure Code (MSC). Sistemnya sama seperti pada VBV & Non-VBV. Bedanya kalau VBV & Non-VBV itu dari Visa, sedangkan MSC & Non MSC ini dari MasterCard.

8. 3-D Secure

3-D Secure adalah penambahan layer keamanan pada kartu kredit, admin ridopedia sangat menyarankan anda semua menggunakan keamanan tambahan ini untuk menjaga keamanan akun bank anda semua. Salah satu contoh layer keamanan tambahan ini adalah MSC, VBV, dan SafeKey.

9. Address Verification Station (AVS)

Sistem verifikasi alamat (AVS) adalah mode yang digunakan oleh prosesor untuk memastikan bahwa suatu transaksi kartu kredit/debit benar-benar dilakukan oleh pemilik yang sah. Sistem ini  menggunakan alamat penagihan yang dimasukkan dalam proses pendaftaran dan membandingkannya dengan yang terdaftar di perusahaan kartu kredit/debit.

Nah apabila alamat tersebut tidak sama, maka transaksi akan ditolak. Karena alasan inilah para pelaku carder membeli Fullz dan mendaftarkan akun dengan dengan data dari Fullz tersebut untuk melewati sistem keamanan ini.

Baca :  Kantor Bank BRI Buka Hari Sabtu Dan Minggu Di Semarang

10. Card Verification Value (CVV)

CVV adalah kode tiga digit yang ditulis di bagian belakang kartu kredit/debit anda semua. Akan tetapi untuk kartu yang dikeluarkan oleh American Express, kode ini jumlahnya 4 digit. Nomor CVV digunakan untuk memverifikasi bahwa anda semua benar-benar memiliki kartu tersebut

11. Automated Clearing House (ACH)

ACH adalah sistem pembayaran di Amerika Serikat yang melibatkan transfer dana elektronik dalam bank yang berbeda. Transfer ACH memiliki peluang untuk ditagih balik, tetapi ini tergantung pada kondisi di mana transaksi difasilitasi.

Itulah beberapa terminologi atau atau istilah-istilah dalam dunia carding beserta penggunaannya.
Kunjungi selalu ridopedia.com untuk mendapatkan artikel-artikel menarik lainnya.
anda semua juga bisa request artikel melalui form yang sudah tersedia di panel blog.
Silahkan share artikel ini di sosmed dan kunjungi terus ridopedia.com semoga bermanfaat.

About distracted-engelbart